M u s i b a h y an g M e ng i n g at ka n k u Upik Samantamuh Minggu. 15 Juni 2008 Hari masih menggelintirkan senyuman-senyuman semangat yang dinanti mentari pada pagi. Backsound kongkongan ayampun jelang kegelisahan malam yang tersingkir oleh sorotan matahari yang perkasa, dimana awan mengindahkan cerah dan langit mulai memudarkan kegelapan. Akupun terbangun dengan setengah nyawa yang belum sadarkan jiwa. Tak terasa badan mulai membisikkan rasa yang tak enak kepada tubuh yang berbeda dengan kecerahan pagi. Seketika aku menggeliat di pembaringan dengan penuh pengharapan akan tiap kegelisahan. Aku berteriak memanggil ibu tuk memeriksa keadaanku, aku sakit pada waktu itu. Selama beberapa jam aku masih berbaring, mencemaskan keadaan yang semakin sakit kurasakan. Aku berkata “inikah cobaan yang menimpa asaku”. Aku memikirkan setiap apa yang telah kualami sebelumnya, aku selalu menyatakan bahwa ini adalah karma, karma yang membalas kesalahanku tempo dulu. Namaku...